• CASHBACK Tiap TransaksiAsiknya beli di JADIPERGI.com, setiap transaksi apapun Anda mendapatkan cashback langsung.

  • Beragam Produk TravelSelain paket wisata, JadiPergi.com juga menyediakan akomodasi dan ticketing yang dapat melengkapi perjalanan liburan Anda.

  • Hemat BiayaAnda tidak perlu datang ke tour dan travel agent. Cukup akses website atau aplikasi mobile JadiPergi.com kapanpun, dimanapun.n Anda.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

UU HC No.19 Th.2002 - Hak Cipta atas Potret

Bagian Keenam
Hak Cipta atas Potret
Pasal 19

(1)

Untuk memperbanyak atau mengumumkan Ciptaannya, Pemegang Hak Cipta atas Potret seseorang harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari orang yang dipotret, atau izin ahli warisnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun setelah orang yang dipotret meninggal dunia.

(2)

Jika suatu Potret memuat gambar 2 (dua) orang atau lebih, untuk Perbanyakan atau Pengumuman setiap orang yang dipotret, apabila Pengumuman atau Perbanyakan itu memuat juga orang lain dalam potret itu, Pemegang Hak Cipta harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari setiap orang dalam Potret itu, atau izin ahli waris masing-masing dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun setelah yang dipotret meninggal dunia.

(3)

Ketentuan dalam pasal ini hanya berlaku terhadap Potret yang dibuat:

a. atas permintaan sendiri dari orang yang dipotret;

b. atas permintaan yang dilakukan atas nama orang yang dipotret; atau

c. untuk kepentingan orang yang dipotret.


Pasal 20

Pemegang Hak Cipta atas Potret tidak boleh mengumumkan potret yang dibuat:

a. tanpa persetujuan dari orang yang dipotret;

b. tanpa persetujuan orang lain atas nama yang dipotret; atau

c. tidak untuk kepentingan yang dipotret,

apabila Pengumuman itu bertentangan dengan kepentingan yang wajar dari orang yang dipotret, atau dari salah seorang ahli warisnya apabila orang yang dipotret sudah meninggal dunia.



Pasal 21

Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta, pemotretan untuk diumumkan atas seorang Pelaku atau lebih dalam suatu pertunjukan umum walaupun yang bersifat komersial, kecuali dinyatakan lain oleh orang yang berkepentingan.


Pasal 22

Untuk kepentingan keamanan umum dan/atau untuk keperluan proses peradilan pidana, Potret seseorang dalam keadaan bagaimanapun juga dapat diperbanyak dan diumumkan oleh instansi yang berwenang.


Pasal 23

Kecuali terdapat persetujuan lain antara Pemegang Hak Cipta dan pemilik Ciptaan fotografi, seni lukis, gambar, arsitektur, seni pahat dan/atau hasil seni lain, pemilik berhak tanpa persetujuan Pemegang Hak Cipta untuk mempertunjukkan Ciptaan di dalam suatu pameran untuk umum atau memperbanyaknya dalam satu katalog tanpa mengurangi ketentuan Pasal 19 dan Pasal 20 apabila hasil karya seni tersebut berupa Potret.


UU Hak Cipta, Etika, dan Fotografi

Belakangan ini perkembangan dunia fotografi semakin pesat. Terutama setelah pabrikan kamera mulai mengenalkan kamera digital. Fotografi menjadi hoby yang murah dan hampir semua lapisan masyarakat menggelutinya. Baik lewat kamera DSLR, Prosumer maupun Pocket Digital dan kamera dari telepon selular.

Ada beberapa yang selalu dilewatkan oleh teman-temah pehoby fotografi yaitu Undang-Undang Hak Cipta dan etika yang berhubungan dengan Fotografi. Banyak sekali kejadian dan kasus yang bisa dan telah menjerat pehoby fotografi maupun profesional di bidang ini. Sejenak marilah kita berdiskusi dan dan mencermati beberapa hal berikut ini.

Sesuai Undang-Undang Hak Cipta No 19 tahun 2002, ada beberapa pasal yang harus dipelajari dan didiskusikan bersama.

Pertama: bagian keempat UUHC, pasal 12 ayat 1 huruf J dan K. Disebut: Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup: J-fotografi dan K-sinemaografi. Menurut pandangan saya setiap foto yang dihasilkan langsung melekat hak ciptanya tanpa harus mendaftarkan di Dirjen HAKI.

Kedua: Bagian keenam, Pasal 19 Hak Cipta atas Potret:
(1) Untuk memperbanyak atau mengumumkan Ciptaannya, Pemegang Hak Cipta atas Potret seseorang harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari orang yang dipotret, atau izin ahli warisnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun setelah orang yang dipotret meninggal dunia.
(2) Jika suatu Potret memuat gambar 2 (dua) orang atau lebih, untuk Perbanyakan atau Pengumuman setiap orang yang dipotret, apabila Pengumuman atau Perbanyakan itu memuat juga orang lain dalam potret itu, Pemegang Hak Cipta harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari setiap orang dalam Potret itu, atau izin ahli waris masing-masing dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun setelah yang dipotret meninggal dunia.
(3) Ketentuan dalam pasal ini hanya berlaku terhadap Potret yang dibuat:
a. atas permintaan sendiri dari orang yang dipotret;
b. atas permintaan yang dilakukan atas nama orang yang dipotret; atau
c. untuk kepentingan orang yang dipotret.

Ketiga: Pasal 20:
Pemegang Hak Cipta atas Potret tidak boleh mengumumkan potret yang dibuat:
a. tanpa persetujuan dari orang yang dipotret;
b. tanpa persetujuan orang lain atas nama yang dipotret; atau
c. tidak untuk kepentingan yang dipotret, apabila Pengumuman itu bertentangan dengan kepentingan yang wajar dari orang yang dipotret, atau dari salah seorang ahli warisnya apabila orang yang dipotret sudah meninggal dunia.
Keempat: pasal 21:
Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta, pemotretan untuk diumumkan atas seorang Pelaku atau lebih dalam suatu pertunjukan umum walaupun yang bersifat komersial, kecuali dinyatakan lain oleh orang yang berkepentingan.

Kelima; Pasal 22: Untuk kepentingan keamanan umum dan/atau untuk keperluan proses peradilan pidana, Potret seseorang dalam keadaan bagaimanapun juga dapat diperbanyak dan diumumkan oleh instansi yang berwenang.

Keenam; Pasal 23: Kecuali terdapat persetujuan lain antara Pemegang Hak Cipta dan pemilik Ciptaan fotografi, seni lukis, gambar, arsitektur, seni pahat dan/atau hasil seni lain, pemilik berhak tanpa persetujuan Pemegang Hak Cipta untuk mempertunjukkan Ciptaan di dalam suatu pameran untuk umum atau memperbanyaknya dalam satu katalog tanpa mengurangi ketentuan Pasal 19 dan Pasal 20 apabila hasil karya seni tersebut berupa Potret.

Yang ingin saya diskusikan dengan teman-teman adalah beberapa hal berikut:
1. Sudahkan teman-teman melengkapi diri dengan formulis kosong ketika hunting ke daerah-daerah untuk berjaga-jaga ketika mendapat obyek manusia yang menarik misalnya. Karena sewaktu-waktu akan dipublikasikan atau dijual, atau diikutkan lomba harus ada model release nya. Selain itu tentu saja mempublikasikan foto manusia tanpa ijin melanggar UUHC.

2. Apakah teman teman juga sadar bahwa memotret benda atau barang atau properti orang dan dipublikasikan juga bisa melanggar hak cipta jika pemiliknya menuntut?

3. Pernahkan tema-teman meminta ijin ketika memotret. Karena ada beberpa kasus teman yang secara sengaja memotret orang dan orang yang difoto marah-marah karena keberatan difoto. Beberapa ada yang ngamuk bawa golok, dan si pemotret kemudian bikin tulisan di blog, gantian marah-marah padahal jelas-jelas dia tidak memakai etika ketika memotret. Juga ketika memotret rumah orang atau mobil orang, ketika yang punya marah-marah, Anda tidak bisa berkata, "ngapain larang gua motret, kamera-kamera gua".

4. Beberapa kasus ada pemenang lomba foto yang obyeknya manusia dibatalkan oleh juri karena tidak ada model release nya. Juga untuk kepentingan komersial lainnya, memerlukan model release dan property right.

Sekian teman-teman, mari kita cermati supaya tidak ada kejadian tidak enak dikemudian hari. Karena untuk pelanggaran hak cipta ini sanksi pidananya lumayan. Pelanggaran atas pasal 19 dan 20 sanksi pidananya kurungan paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 150 juta rupiah.

Jadi kasarnya, jika saya iseng, ada yang memotret saya dan meng-upload di web atau blog, atau facebook misalnya. Bisa saja saya tuntut. Atau memotret orang, model, atau human interest dan modelnya menuntut, Anda bisa kena sanksi pidana sesuai UUHC. Jadi ketika kita sering keberatan ketika foto kita dicuri orang, kadang kita arogan juga ketika memotret, tidak memikirkan apa dan siapa yang kita potret.

http://nationalgeographic.co.id/forum/topic-2015.html


Share:

Beberapa Alasan Mengapa Fotografer Profesional Tidak Dapat Bekerja Tanpa Dibayar


Kepada yang terhormat pembeli foto,

 Jika seseorang telah memberitahu Anda halaman ini, maka kemungkinan besar Anda telah meminta untuk menggunakan sebuah atau beberapa foto secara gratis atau dengan kompensasi minimum.

 Sebagai fotografer profesional, kami seringkali menerima permintaan foto gratis. Di dalam dunia yang sempurna, kami akan sangat senang untuk memberikan respon yang positif dan membantu, terutama dalam proyek-proyek atau usaha-usaha yang berhubungan dengan pendidikan, isu sosial, dan pelestarian lingkungan hidup. Adalah adil untuk berkata dalam banyak kasus, kami berharap kami ada mempunyai waktu dan sumber daya untuk dapat berbuat lebih untuk membantu, lebih daripada hanya mengirimkan foto-foto.

 Namun sayangnya, hal-hal tersebut adalah kenyataan-kenyataan hidup yang tidak dapat kami responi, atau jika kami meresponi, jawaban kami adalah singkat dan tidak memiliki alasan yang mencukupi.

 Keadaan mungkin berbeda-beda untuk setiap situasi dibawah ini, tetapi kami menemukan adanya beberapa kasus yang terus terulang, yang telah kami jelaskan dibawah dengan tujuan untuk berkomunikasi lebih jelas dengan Anda, dengan harapan dapat menghindari kesalahpahaman atau secara tidak sengaja menyinggung Anda.

 Kami harap Anda dapat menerima beberapa poin berikut ini secara positif seperti layaknya tujuan kami. Kami sangat berharap bahwa setelah Anda membaca ini, kita dapat kembali berdiskusi dan membangun hubungan yang saling menguntungkan.

Fotografi Adalah Kehidupan Kami

  Menciptakan foto yang menarik adalah bagaimana kami menghidupi diri kami. Jika kami memberikan foto-foto kami secara gratis, atau terlalu sering meresponi permintaan atas foto gratis, kami tidak dapat mendapatkan penghasilan.

Kami Mendukung Gerakan-gerakan Yang Berguna Dengan Foto

  Kebanyakan dari kami sudi untuk memberikan kontribusi berupa foto, bahkan kadang lebih, untuk mendukung beberapa gerakan. Seringkali, kami berpartisipasi langsung dalam proyek-proyek yang kami dukung melalui foto, atau kami telah memiliki hubungan dengan orang-orang penting yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut. Dengan kata lain, masing-masing dari kami dapat, dan mau untuk memberikan foto-foto tanpa kompensasi pada proyek-proyek tertentu.

Waktu Kami Terbatas

  Tidaklah praktis bagi kami untuk beralih dari mendukung beberapa proyek gratis, dan kemudian menyetujui semua permintaan atas foto gratis. Hal ini tidak lebih karena banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk menanggapi permintaan-permintaan tersebut, berkoresponden, menyiapkan dan mengirim file-file, dan kemudian melakukan koresponden lanjutan untuk mengetahui bagaimana hasil foto kami digunakan, dan mengetahui apakah memenuhi tujuan atau tidak. Menjawab setiap permintaan akan memakan banyak waktu, dan waktu adalah selalu terbatas.

Dalih “Kami Tidak Punya Uang” Seringkali Sulit Dimengerti

  Alasan utama dibalik permintaan foto gratis biasanya adalah keterbatasan alokasi dana, yang artinya sang pemohon berdalih kekurangan alokasi dana.

 Permintaan-permintaan tersebut seringkali berasal dari organisasi-organisasi yang memiliki banyak uang di tangan, baik itu perusahaan go-public, instansi pemerintahan, BUMN, atau bahkan organisasi-organisasi non-pemerintah. Seringkali hanya dengan melihat laporan publik atau dokumen-dokumen lainnya, sangatlah mudah untuk mengetahui bahwa organisasi yang bersangkutan memiliki dana lebih dari cukup untuk membayar seorang fotografer secara layak, jika mereka mau.
Untuk memperdalam masalah, sangat sering terjadi bahwa dari semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek, hanya sang fotografer yang diminta untuk bekerja tanpa dibayar. Semua pihak yang lain menerima kompensasi.

 Dengan adanya kenyataan ini, Anda mungkin dapat memahami mengapa kami seringkali tidak menggubris setiap kali kami mendengar “Kami Tidak Punya Uang.” Alasan-alasan tersebut dapat menjadi suatu cara untuk mengambil keuntungan dari orang yang mudah dimanipulasi.

Kami Memiliki Alokasi Dana Yang Sangat Terbatas

  Dengan beberapa pengecualian, fotografi bisa dibilang suatu profesi yang tidak terlalu menghasilkan banyak uang. Kami memilih jalan ini kebanyakan karena kecintaan kami terhadap komunikasi visual, seni rupa, dan subyek foto spesialisasi kami.
Makin banyaknya foto-foto yang bisa didapat melalui internet belakangan ini, ditambah dengan berkurangnya alokasi dana dari para pembeli foto, akan memberikan tekanan yang lebih kepada pendapatan kami yang sudah sedikit tersebut.

 Lebih lagi, untuk menjadi fotografer professional membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Profesi kami pada dasarnya membutuhkan banyak alat. Kami secara rutin harus membeli kamera, lensa, computer, piranti lunak, media penyimpanan, dan lebih lagi. Barang-barang kadang rusak dan harus diperbaiki. Kami harus membuat salinan data-data kami, karena sesederhana secangkir kopi yang salah tempat dapat menghapus hasil kerja selama bertahun-tahun. Bagi kami, investasi dalam alat-alat penting dan piranti lunak memerlukan ribuan dolar setiap tahunnya, karena kami harus selalu terdepan dalam hal teknologi baru dan metode-metode terbaik.

 Lebih lagi, travel adalah bagian besar dalam bisnis kami. Kami harus mengeluarkan banyak uang untuk transportasi, penginapan, dan biaya-biaya travel yang lain.

 Tentunya, dan mungkin yang terpenting, adanya investasi yang sangat besar dalam hal waktu dan pengalaman untuk kami dapat menjadi mahir dalam apa yang kami kerjakan, juga resiko yang seringkali juga harus kami ambil. Untuk memotret saja mungkin hanya perlu memencet tombol kamera, tetapi untuk menciptakan suatu foto dibutuhkan keahlian, pengalaman, dan penilaian.
Jadi kesimpulannya adalah, meskipun kami mengerti dan bersimpati dengan adanya alokasi dana yang terbatas, dari sudut pandang praktis, kami tidak mampu untuk memberikan subsidi kepada setiap permintaan.

Mendapatkan “Kredit” Tidak Berarti Banyak

  Permintaan untuk foto gratis biasanya juga diiringi dengan adanya janji untuk memberikan “kredit” dan “eksposur”, baik dalam bentuk watermark, link, atau mungkin penyebutan secara spesifik, sebagai ganti dari imbalan secara komersial.

Ada dua masalah utama dengan hal ini.

 Pertama, mendapatkan kredit bukanlah kompensasi. Pada akhirnya, kami telah menghasilkan foto yang dibutuhkan, jadi kredit adalah otomatis didapatkan. Ini bukanlah sesuatu yang kami harapkan dari pihak ketiga.

 Kedua, kredit tidak dapat membayar tagihan-tagihan. Seperti yang sudah ditulis diatas, kami bekerja keras untuk menghasilkan uang yang diperlukan untuk berinvestasi lagi di alat-alat fotografi, dan untuk menutup biaya-biaya bisnis yang lain. Diatas itu, kami perlu untuk menghasilkan cukup uang untuk membayar kebutuhan-kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan lain lain.

 Pendeknya, menerima kredit atas suatu foto yang kami buat itu adalah pemberian, bukan kompensasi, dan kredit itu bukanlah pengganti pembayaran.

“Anda Adalah Satu-satunya Fotografer Yang Tidak Masuk Akal”

  Ketika kami meluangkan waktu untuk terlibat dalam koresponden dengan orang-orang atau pihak-pihak yang meminta foto gratis, kadang-kadang pembicaraan berubah menjadi suatu pembicaraan kasar yang dituduhkan ke kami, yang pada dasarnya mengklaim bahwa semua fotografer yang lain yang telah dihubungi oleh orang atau pihak tersebut sangat senang untuk memberikan foto secara cuma-cuma, dan entah kenapa, kami adalah “satu-satunya fotografer yang tidak masuk akal.”

Kami tahu bahwa ini tidaklah benar.

 Kami juga tahu bahwa tidak akan ada fotografer yang masuk akal dan kompeten yang akan setuju dengan syarat-syarat yang tidak masuk akal. Kami menyadari fakta bahwa beberapa fotografer yang belum berpengalaman atau orang-orang yang hanya memiliki kamera mungkin akan setuju untuk bekerja tanpa dibayar, tapi seperti ada pepatah berkata: “Anda mendapatkan sepadan dengan apa yang Anda bayar.”

Lakukan Follow-Up

  Satu hal yang kami biasanya alami adalah ketika kami memberikan foto secara gratis, seringkali kami tidak menerima kabar, feedback, atau follow-up yang memberitahu kami kelanjutan atas even atau proyek yang bersangkutan, apakah tujuan (jika ada) tercapai, dan manfaat (jika ada) foto kami atas proyek tersebut.

 Seringkali, kami tidak mendapatkan jawaban atas e-mail yang kami kirim untuk mendapat kabar lebih lanjut, sampai, tentunya ketika seseorang membutuhkan foto gratis lagi.

 Pada saat dimana kami setuju untuk bekerja tanpa dibayar, berbaik hatilah untuk memberikan follow-up dan beritahu kami bagaimana proyek tersebut berlanjut. Sedikit antisipasi yang baik akan berkelanjutan dalam membuat kami merasa lebih mau untuk meluangkan waktu dan memberikan foto-foto lagi di masa yang akan datang.

Penutup

  Kami harap poin-poin diatas dapat menjelaskan kenapa fotografer-fotografer yang bersangkutan dibawah ini telah memberikan Anda link ini. Kami semua adalah para professional yang berdedikasi, dan kami sangat senang untuk bekerjasama dengan Anda demi kemajuan, dalam kerjasama yang saling menguntungkan.


Creative Commons License
Note to photographers: You can use the above text under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License. Text by Tony Wu. Translation by Yohanes Mangitung.

Sumber : http://photoprofessionals.wordpress.com/indonesian/
Share:

100 Tips dari Fotographer Profesional


Berikut adalah daftar tips, saran, aturan dan hal yang perlu diketahui tentang fotografi dari Eric Kim, seorang street fotografer yang juga memegang kelas fotografi lokakarya. Saya pikir inti dari tips – tips ini adalah untuk terus selalu mengambil gambar.

Berikut daftar lengkapnya:

  1. Hanya karena seseorang memiliki kamera mahal tidak berarti bahwa mereka seorang fotografer yang baik.
  2. Shoot selalu dalam format RAW. Selalu.
  3. Lensa prime (lensa fix) membantu Anda belajar untuk menjadi seorang fotografer yang lebih baik.
  4. Photo editing adalah sebuah seni tersendiri
  5. Aturan sepertiga bekerja 99%
  6. Makro fotografi bukan untuk semua orang.
  7. Filter UV berfungsi sama seperti lens cups
  8. Pergi keluar dan ambilah gambar ketimbang menghabiskan berjam-jam di forum fotografi.
  9. Tangkap keindahan alami dan anda mendapatkan foto keindahan alami yang juara.
  10. Film tidak lebih baik daripada digital.
  11. Digital tidak lebih baik dari film.
  12. Tidak ada "keajaiban" kamera atau lensa.
  13. Lensa yang bagus belum tentu memberikan foto yang lebih baik.
  14. Menghabiskan lebih sedikit waktu melihat karya orang lain dan lebih banyak waktu untuk mengambil gambar sendiri.
  15. Jangan bawa DSLR kamu ke pesta
  16. Gadis menyukai fotographer
  17. Membuat foto Anda b/w (black/white) tidak secara otomatis membuat mereka “berseni”.
  18. Orang-orang akan selalu mendiskreditkan pekerjaan Anda jika Anda memberitahu mereka bahwa Anda meng-"photoshop" gambar Anda. Sebaliknya, memberitahu mereka bahwa Anda mengolahnya dalam "ruang gelap digital".
  19. Anda tidak perlu mengambil foto dari segala sesuatu.
  20. Memiliki minimal 2 backup dari semua gambar Anda. Seperti yang mereka katakan dalam perang, dua adalah satu, satu adalah tidak ada.
  21. Lepaskan neck strap dan gunakan handstrap.
  22. Mendekatlah ke objek ketika memotret, hasilnya pasti lebih baik
  23. Menjadi bagian dari sebuah adegan saat mengambil foto, bukan tukang intip.
  24. Mengambil foto berjongkok sering membuat foto Anda terlihat lebih menarik.
  25. Kurangi kekhawatiran tentang aspek teknis dan lebih fokus pada aspek komposisi fotografi.
  26. Tutup setiap logo pada kamera Anda dengan Lakban hitam – dengan begini anda akan lebih low profile dan tidak mengundang banyak perhatian
  27. Selalu underexpose di 2/3 stop saat pengambilan gambar di siang bolong.
  28. Semakin banyak foto yang Anda ambil, akan semakin baik foto Anda.
  29. Jangan takut untuk mengambil beberapa foto dari adegan yang sama pada eksposur, sudut, atau bukaan yang berbeda.
  30. Selalu tampilkan foto terbaik Anda.
  31. Bidik dan potret dalam posisi kamera yang diam dan mantap.
  32. Bergabunglah dengan forum fotografi online.
  33. Kritik karya orang lain.
  34. Berpikirlah sebelum Anda menembak.
  35. Sebuah foto yang baik seharusnya tidak memerlukan penjelasan (meskipun informasi latar belakang seringkali ditambahkan pada gambar).
  36. Alkohol dan fotografi tidak beriringan.
  37. Mengambil inspirasi dari fotografer lain tetapi tidak pernah menyembah mereka.
  38. Biji padi-padian itu indah
  39. Tinggalkan ransel foto gunakan tas messenger. Itu membuat Anda mengambil lensa dan kamera jauh lebih mudah.
  40. Kesederhanaan adalah kunci.
  41. Definisi fotografi adalah: "melukis dengan cahaya." Gunakan cahaya dalam mendukung Anda.
  42. Temukan gaya fotografi anda dan tetapkan.
  43. Memiliki monitor kedua adalah hal terbaik untuk pengolahan foto.
  44. Silver Efex Pro adalah konverter b/w terbaik.
  45. Bawalah kamera Anda dengan Anda kemanapun.
  46. Jangan biarkan fotografi menjadi jalan kenikmatan hidup
  47. Jangan manjakan kamera Anda. Gunakan dan optimalkan penggunaannya
  48. Ambilah foto lurus.
  49. Ambilah gambar dengan percaya diri.
  50. Fotografi dan penjajaran adalah teman terbaik.
  51. Cetak foto besar Anda. Itu akan membuat Anda bahagia.
  52. Berikan foto Anda ke teman-teman.
  53. Berikan mereka ke orang asing.
  54. Jangan lupa untuk membingkainya.
  55. Cetakan Costco murah dan tampak hebat.
  56. Pergi keluar dan mengambil foto dengan teman.
  57. Bergabung dengan klub foto atau mulai membuat klub anda sendiri
  58. Foto membuat pemberian menjadi luar biasa.
  59. Memotret orang asing adalah tantangan yang mendebarkan.
  60. Candid Berpose.
  61. Cahaya alami adalah cahaya terbaik.
  62. 35mm (di full frame) adalah yang terbaik "walk-around" focal length.
  63. Jangan takut untuk bump up ISO Anda bila diperlukan.
  64. Anda tidak perlu selalu membawa tripod dengan Anda di mana-mana Anda pergi
  65. lebih baik untuk underexpose daripada overexpose.
  66. Foto Shooting tunawisma dalam upaya untuk menjadi "berseni" adalah eksploitasi.
  67. Anda akan menemukan kesempatan foto terbaik dalam situasi paling tidak mungkin.
  68. Foto selalu lebih menarik dengan disertakan unsur manusia.
  69. Anda tidak bisa mem"photoshop" gambar buruk menjadi yang baik.
  70. Saat ini semua orang adalah seorang fotografer.
  71. Anda tidak perlu terbang ke Paris untuk mendapatkan foto yang baik, kesempatan foto terbaik di halaman belakang Anda.
  72. Orang dengan DSLR yang memotret dengan cengkeraman mereka menunjuk ke bawah terlihat seperti orang bodoh.
  73. Kamera sebagai alat, bukan mainan.
  74. Dalam hal komposisi, fotografi dan lukisan tidak jauh berbeda.
  75. Fotografi bukan hobi-itu adalah gaya hidup.
  76. Membuat foto, bukan alasan.
  77. Jadilah asli dalam fotografi Anda. Jangan mencoba untuk menyalin gaya orang lain.
  78. Foto-foto terbaik menceritakan kisah yang memohon penampil untuk lebih.
  79. Kamera yang tidak berwarna hitam mengundang terlalu banyak perhatian
  80. Semakin banyak Anda membawa gear dengan Anda semakin sedikit Anda akan menikmati fotografi.
  81. Memotret portraits yang bagus lebih susah dari yang terlihat.
  82. Tertawa selalu menarik keluar karakter asli dalam sebuah foto.
  83. Jangan tampak mencurigakan saat mengambil foto-berbaur dengan lingkungan.
  84. Fotografi lanskap dapat menjadi membosankan setelah beberapa saat.
  85. Bersenang-senanglah saat mengambil foto.
  86. Jangan pernah menghapus foto Anda.
  87. Sopanlah saat mengambil foto orang atau tempat.
  88. Ketika mengambil foto candid orang di jalan, lebih mudah untuk menggunakan wide-angle daripada lensa tele.
  89. Perjalanan dan fotografi adalah pasangan yang sempurna.
  90. Pelajari bagaimana membaca histogram.
  91. Sebuah foto yang noise lebih baik daripada yang kabur.
  92. Jangan takut untuk mengambil foto di tengah hujan.
  93. Belajarlah untuk menikmati suasananya, daripada berusaha untuk mendapatkan potret yang sempurna tanpa henti.
  94. Jangan pernah mengambil foto pada waktu perut kosong.
  95. Anda akan menemukan banyak tentang diri melalui fotografi Anda.
  96. Jangan menimbun wawasan fotografi Anda -berbagi dengan dunia.
  97. Jangan pernah berhenti mengambil foto.
  98. Fotografi adalah lebih dari sekedar mengambil foto, itu adalah filsafat hidup.
  99. Tangkap momen yang menentukan.
  100. Tulislah daftar Anda sendiri.

Sumber : http://gizmodo.com/5904107/100-tips-from-a-professional-photographer
Share:

Foto Syur Bagi Model

Kecanggihan tehnologi telah membuat manusia kehilangan modal berharga dalam dirinya, yakni tubuh. Hal ini bisa terlihat dari adanya fenomena foto syur yang menjadikan modelnya sebagai objek.

Kebanyakan para model itu adalah perempuan. tubuh perempun seringkali dianggap sebagai modal yang menggoda secara simbolik dan ekonomis. karena itu, tubuh perempuan yang ditampilkan oleh para model foto syur sudah kehilangan makna hakikinya sebagai milik pribadi. Tubuh perempuan sudah menjadi milik publik. 

Ada dua motif yang menjadikan para perempuan itu menjadi model foto syur. yakni, Hobi dan pengaruh pertemanan. Hobi berkaitan dengan aktualisasi kesenangan para pemodel yang suka mencari sensasi. sementara, pengaruh teman berkaitan dengan komunitas yang memiliki solidaritas dan kekuatan hegemonik untuk membuat seorang perempuan terjerumus dalam aktifitas foto syur.

Foto syur bagi para pemodel tersebut bukan sekedar aktifitas hampa makna. Bagi mereka, ada tiga makna dibalik aktifitas foto syur. Pertama, foto syur sebagai media mendapatkan uang. kedua, foto syur sebagai pemenuhan kepuasan diri. ketiga, foto syur memiliki makna popularitas.
Share:

Ilusi Alat - Fotografi

Untuk menghasilkan hasil foto yang bagus, seringkali tidak dibutuhkan alat yang terlampau canggih. Tapi anggapan sebagian besar orang adalah untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dibutuhkan kamera dan lensa yang mahal dan canggih.
Sebenarnya, untuk menghasilkan foto yang bagus membutuhkan ketrampilan dan kreatifitas. Masalahnya adalah, tidak ada hubungan antara kreatifitas dan pemakaian alat yang mahal. Sebagian besar fotografer (terutama fotografer amatir) menjadi kreatif justru karena keterbatasan alat yang dimiliki. Misalnya dengan membuat aksesoris lighting sendiri.
Semakin berpengalaman dan semakin sukses, alat yang digunakan biasanya semakin sedikit dan spesifik. Contohnya, Henri Cartier Bresson, salah satu bapak photojournalism seringkali hanya mengunakan kamera film dan lensa 50mm.
Alex Majoli, anggota fotografi Magnum, menyatakan dalam sebuah wawancara:
Kamu tidak selalu membutuhkan kamera dengan fitur yang banyak. Pada akhirnya kamu tidak membutuhkannya (macam-macam fitur kamera)  untuk membuat foto yang bagus.
Sedangkan semakin naif seorang fotografer, semakin banyak dan mewah alat-alat yang dibawa dan digunakan. Semakin banyak alat yang kita miliki seringkali membebani kita dalam perjalanan dan membuat pusing kita dalam urusan menentukan alat yang dipakai.
Lebih parahnya, kamera dan lensa yang mahal bisa memberikan ilusi bahwa kita adalah fotografer yang jago dan bernilai jual tinggi. Makanya itu banyak sekali fotografer yang mampu membeli alat-alat yang mahal dan studio yang mewah, tapi kualitas fotonya biasa-biasa saja dan jasanya kurang laku atau tidak sebanding dengan apa yang diinvestasikan.
Peralatan yang mewah seringkali tidak membantu, tapi malah bisa menghalangi kemajuan. Semakin mewah, semakin lama kita makin tergantung secara psikologi kepadanya. Dan ketika foto kita masih kurang bagus, kita akan membeli alat baru yang lebih mahal lagi dengan harapan alat tersebut bisa membantu kita.
Fotografer memang membutuhkan alat yang cocok, tapi sebagian besar dari kita tidak membutuhkan alat yang mewah. Kemampuan dalam mengetahui apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan (hasrat) akan membedakan antara fotografer yang sukses atau tidak.
Saran saya adalah sebelum mengganti lensa, kamera, flash atau peralatan lainnya, tanyakan kepada diri kita apakah kita sudah memanfaatkan secara optimal peralatan yang kita pakai?  Jika jawabannya adalah belum, lebih baik kita kembali belajar & berlatih mengunakan alat yang kita punya terlebih dahulu sebelum mencari peralatan yang lebih mahal.
Ujung-ujungnya, kesuksesan tergantung kualitas karya kita, bukan apa yang kita miliki.

Sumber:
http://www.infofotografi.com/blog/2012/02/ilusi-alat/
Share:

Remaja Di Dunia Kepura-puraan

Dunia remaja yang unik nan keberadaannya senantiasa menjadi bahan perbincangan umum. Dalam rentang kehidupan, masa kinilah yang paling mencrang. Karena sekarang mereka hidup di tengah perkembangan fisik dan psikis yang sangat cepat. Rona kehidupan mereka laksana kota metropolis yang penuh warna-warni.

Akan tetapi perlu kita sadari bahwa remaja adalah sosok yang labil, mudah terombang-ambing. Fisik mereka memang kelihatan dewasa, namun bila ditinjau dari segi psikis, mereka belum dewasa, belum mampu bertanggung jawab. Kita bisa saksikan sendiri, bagaimana kecenderungan mereka terhadap berbagai hal yang terus berubah. Mulai dari mode pakaian, rambut hingga sepatu. Kalau kita tanya alasan mereka mengikuti tren tertentu, jawabannya sangat instan. Asal-asalan dan tidak bertanggung jawab. Kebanyakan hanya menjawab demi gengsi saja, ikut-ikutan temen, ingin disebut modern, gaul dan lain-lain, nyaris tidak ada satupun jawaban yang bermuara pada asas manfaat.

Pola pikir instan seperti inilah yang dibentuk oleh media global. Mereka terus menerus diberi mimpi, harus beginilah harus begitulah, harus ini-itu, dsb. Segala produk dicoba dengan harapan mimpinya tercapai yaitu ingin tampak seperti artis pujaannya. Padahal, kalau mau jujur, mereka hanya pura-pura memberikan tips-tips kesempurnaan tubuh, yang hakikatnya adalah bisnis semata dan didasarkan atas UUD.

Alhasil, remaja modern kini tengah berada di dunia kepura-puraan. Ironisnya, mereka percaya pada kepura-puraan itu. Saban hari mereka disuguhi 99% tontonan tipi yang berisi kepura-puraan bahkan kebohongan dan gosip yang justru membodohi bukannya mendidik. Acara-acara tipi seperti film-film berlabel VHS, sinetron-sinetron atau gosiptainment yang mereka pergoki tiap hari menyuguhkan berbagai kepura-puraan yang sangat ironi. Mereka semuanya menawarkan gaya hidup glamour, mewah dan pergaulan bebas sebebas-bebasnya. Sebuah idiologi tandingan ditengah masyarakat yang mayoritas agamis. Ironisnya lagi, tayangan tersebut laku keras di pasaran alias paling disukai penonton dan bintang utamanya pun tak ayal dijadikan panutan sekalipun tanpa alasan yang jelas. Begitu pula iklan-iklan yang menawarkan penyembuhan tuntas dan gaya hidup ‘wah’ dengan klip yang bebas moral, juga sarat kepura-puraan.

Di dunia kepura-puraan tidak mengenal istilah percaya atau tidak, yang ada adalah hanya kesenangan semu. Pemirsa “dipaksa” percaya pada berbagai tayangan hingga terkadang harus mengaduk-aduk emosinya sendiri bahkan sampai terbawa ke alam mimpi. Tak heran jika para remaja tergiur oleh dunia kepura-puraan, bermimpi mendambakan tubuh seperti model dalam iklan dan film. Bahkan jika ada keajaiban, remaja menginginkan persis seperti mereka. Itulah dunia kepura-puraan.

Dampaknya pun bukan main, berbagai tindak kriminal berupa free sex, aborsi dan kekerasan di dunia remaja hakekatnya ‘didikan’ dari dunia kepura-puraan. Contohnya pun banyak, anak belasan tahun kini sudah bisa punya anak berkat gelar MBA, tawuran antar kampus yang nekat berperang sampai mampus, geng motor maniak yang bengis dengan galak dan sadis meneror warga, dll. Tindakan kriminal seperti KKN pun terjadi di jajaran elit dan penguasa, yang hakikatnya implikasi dari dunia kepura-puraan juga. Mengapa tidak, bukankah sinetron dan film-film itu selalu menawarkan enaknya kehidupan mewah? Maka, jalan pintas menuju kemewahan itu tak lain melalui KKN.

Walhasil, kebobrokan mental berserakan dimana-mana, kelaparan merajalela, jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar. Praktek korupsi, merampok, tawuran, membunuh, perkosaan, seks bebas, dan lain-lain bukan lagi suatu aib, semuanya dianggap biasa-biasa saja bahkan mungkin dianggap hanya hiburan belaka.

Pantas jika Neil Postman dalam bukunya “Amusing Ourselves to Death“, menulis bahwa saat ini orang tengah menghibur diri terus sampai mati! Hal itu dikarenakan format tipi ditujukan untuk hiburan semata dan bukan untuk sarana pendidikan.

Oleh karena itu, bagi diri remaja sendiri, hendaknya bisa berpikir dewasa, kritis dan bermental baja. Remaja masa kini harus memiliki kesadaran nurani yang tinggi, tidak begitu saja mengekor atau mencontoh segala yang ditayangkan media massa terutama tipi. Mengingat, kekaguman terhadap tokoh dunia kepura-puraan secara berlebihan, bukan saja memancing frustasi, tetapi juga membentuk sikap mental minder, merasa tidak puas terhadap apa yang dimiliki, baik kecantikan, pakaian atau tubuh. Sikap ini akan menimbulkan pola hidup konsumeris dan serba kekurangan.

Memang ada saat-saat dimana kehidupan kita semua ketika merasa berada di bawah dan mengalami saat-saat singkat yang penuh dengan keraguan. Alasan mengapa begitu banyak orang yang merasa dirinya rendah baik tentang kehidupan, penampilan, keahlian maupun kemampuannya adalah karena kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membandingkan diri kita dengan para pahlawan dari dunia kepura-puraan tipi.

Maka, jangan biarkan setiap detik berlalu tanpa aktivitas positif. Masa depan akan semakin sarat tantangan. Masa depan membutuhkan remaja-remaja kreatif yang siap mengayuh perahu lebih cepat, berani menentang ombak dan siap berhadapan dengan derasnya arus globalisasi zaman.

“Jangan pikirkan kesenangan, tapi pikirkanlah bagaimana memperjuangkan kesenangan. Jangan pikirkan surga, tapi pikirkanlah bagaimana membuat amal kebaikan. Ketahuilah bahwa jalan untuk meraih surga itu dipagari duri dan jalan meraih neraka dipagari roti“
Share:

Selamat Datang di Dunia Kampus

Selamat buat penghuni baru kursi – kursi di kampus. Buat yang belum dapat, semoga cepet nyusul. Kuliah bukan segalanya memang, tapi kuliah “dipercaya” bisa membawa seseorang ke arah yang lebih cerah. Kuliah bukan lagi duduk di kelas dan mendengarkan dosen ceramah, tapi kuliah adalah saat kita memutar otak menemukan siapa kita sebenarnya dan mau jadi apa kita nanti toh? Bagaimana kita kenal manajemen dan mengendus dunia kerja

Tentang Studi SKS (Sistem Kredit Semester) Untuk saat ini, sebagian SMA mungkin sudah mulai memperkenalkan sistem ini kepada siswanya, ya, kita harus mencapaisjumlah SKS tertentu selama kita kuliah. Setiap mata kuliah akan dibobot rentang 2 – 4 SKS, ada jug yang 6 SKS. Semakin banyak SKS mata kuliah tersebut, maka semakin penting pula bagi kita, karena hasilnya akan sangat mempengaruhi IP kita,hal ini yang tidak disadari banyak mahasiswa baru.

Dosen Pembimbing Akademik (DPA) Ini seperti Wali kelas di SMA, beliau lah yang akan memberikan izin kita untuk mengambil sejumlah SKS yang kita mau, beliau pula yang memberikan masukan bagi kita di tiap awal semesternya. Bagaimana kemajuan kita dan perkiraan seberapa berat mata kuliah yang kita ambil.

Semester Pendek (SP) Ketika liburan, mahasiswa pada umumnya diberika waktu untuk memperbaiki nilainya atau untuk mempercepat kelulusannya, maka di beberapa kampus diadakan semester pendek.

Kuis, Mid Test, Final Test Sama kayak SMA lah, Cuma dosen pada umumnya tidak mengadakan remidi, jadi nilaimu harimaumu

Indeks Prestasi Ini nilai kita, ada dua, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dan IPS (Indeks Prestasi Semester). IPK adalah rerataan IPS, sedangkan IPS sendiri hasil studi kita tiap semesternya. Rangenya antara 0-4, orang – orang yang berIP di atas 3.5 biasanya akan mendapat pujian lebih berupa sebutan “cumlaude”. Makin tinggi IP, makin bagus kuliah mahasiswa tersebut,meskipun belum tentu menjamin pekerjaannya nanti. Karena bekerja dan mengarungi hidup tidak berkiblat pada IP, melainkan skill dan mental mahasiswa itu sendiri. Namun jangan membayangkan dengan IP seadnya akan mulus dan lolos tes ini itu begitu saja, karena setiap lowongan pasti memliki kriteria IP sendiri-sendiri.


Soal Kemahasiswaan

UKM (Unit kegiatan mahasiswa) Ini sama dengan ekskul kalo di SMA, kegiatan dan model organisasinya sama plek

BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Ini sama dengan OSIS kalo di SMA, hanya saja ada levelnya tingkat Jurusan (BEMJ), tingkat Fakultas (BEMF), tingkat Universitas (BEMU), pola – polanya sama persis dengan OSIS.

DLM (Dewan Legislatif Mahasiswa)

Ini juga sama kayak MPK di SMA, tugas dan wewenangnya sama persis :D Sekian dulu ya, semoga sukses di kampus baru masing – masing, kuliah beda jauh dengan sekolah lo ya,, menaikkan IP tidak semuda menaikkan ranking saat SMA kawan :D
Share:

Syukur Mengubah Hidup Anda








Syukur, suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Allah telah menjamin dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut. Sudahkan Anda bersyukur? Sudahkah Anda merasakan tambahan nikmat atas syukur Anda? Apakah Anda ingin mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi? Lupakan mengeluh, mulailah perbanyak syukur.

Ada dua manfaat besar dari bersyukur. Kedua manfaat ini akan mengubah hidup kita jika kita mendapatkannya.
Pahala dari Allah. Jelas, bersyukur adalah perintah Allah, kita akan mendapatkan pahala jika kita bersyukur dengan ikhlas.
Menciptakan Feeling Good. Dengan bersyukur akan membuat kita lebih bahagia. Perasaan kita menjadi lebih enak dan nyaman dengan bersyukur. Bagaimana tidak, pikiran kita akan fokus pada berbagai kebaikan yang kita terima.

Lalu apa manfaat Feeling Good?
Jika Anda yang percaya dengan Hukum Daya Tarik (law of attraction), feeling good akan meningkatkan kekuatan Anda menarik apa yang Anda inginkan. Kekuatan hukum ini akan sebanding dengan keyakinan dan perasaan positif. Sementara semakin banyak kita bersyukur, akan semakin banyak perasaan positif pada diri kita.
Motivasi akan muncul dari kondisi emosi yang positif. Sementara bersyukur akan menciptakan emosi yang positif karena kita fokus apda hal-hal yang positif. Semakin banyak Anda bersyukur akan semakin besar motivasi yang Anda miliki.
Bersyukur akan membentuk pola pikir sukses. Pola pikir sukses adalah keyakinan dalam mendapatkan. Saat kita bersyukur, maka pikiran kita secara tidak sadar diberikan suatu “pola” mendapatkan, sehingga akan terbentuk pola sukses.

Dengan melihat ketiga manfaat dari feeling good, kita bisa menyimpulkan bahwa feeling good adalah mungkin menjadi salah satu cara Allah memberikan nikmat tambahan kepada kita. Jika orang baru ribut dengan manfaat syukur pada kahir-akhir ini, Al Quran sudah 14 abad yang lalu. Sungguh suatu nikmat Allah yang diberikan kepada kita, sayang jika kita mengabaikannya.

Cara Meningkatkan Syukur
Saya yakin, Anda yang mau membaca artikel ini adalah orang-orang yang pandai bersyukur. Namun bukan berarti kita tidak perlu meningkatkan. Setinggi apa pun Anda menjadi hamba yang bersyukur, Anda masih tetap perlu meningkatkan syukur Anda. Jika Anda baru bersyukur saat menambatkan nikmat berupa materi, ini adalah baru tahap awal menjadi hamba yang pandai bersyukur.
Untuk meningkatkan rasa bersyukur, kita harus lebih jeli dan peka terhadap berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Kurangnya kepekaan terhadap nikmat Allah akan mengurangi syukur kita, sebab kita merasa tidak ada yang perlu disyukuri lagi. Meningkatkan kepekaan bisa dilakukan dengan melakukan perenungan terhadap apa yang terjadi pada hidup kita sehari-hari. Luangkan waktu Anda setiap hari untuk merenungkan nikmat setiap harinya.
Setiap saat, kita mendapatkan nikmat baru. Satu detik waktu berlalu berarti kita mendapatkan nikmat hidup selama satu detik. Nafas kita, penglihatan kita, penciuman kita, detak jantung kita dan sebagainya yang tidak mungkin disebutkan disini.
Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, baik kejadian pad diri sendiri maupun orang lain. Sementara setiap saat selalu ada kejadian, berarti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Sementara hikmah adalah suatu nikmat. Syukurilah.

Sudahkah kita bersyukur hari ini?

Share:

DEPRESI PADA REMAJA





Dalam perkembangan normalpun seorang remaja mempunyai kecenderungan untuk mengalami depresi, Oleh karena itu sangatlah penting untuk membedakan secara jelas dan hati -hati antara depresi yang disebabkan oleh gejolak mood yang normal pada remaja dengan depresi yang patologik. Akibat sulitnya membedakan antara kedua kondisi diatas, membuat depresi pada remaja sering tidak terdiagnosis. Bila tidak ditangani dengan baik, gangguan psikiatrik pada remaja sering kali akan berlanjut sampai masa dewasa.



I. Definisi

Kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan berkonsentrasi, perubahan pola tidur yang parah, menurunnya energi, ketidaknyamanan fisik, mudah tersingung, serta perasaan sedih , kesal dan tidak berdaya yang ekstrim.

Depresi dapat terjadi pada keadaan normal sebagai bagian dalam perjalanan proses kematangan dari emosi sehingga definisi depresi adalah sebagai berikut: (1) pada keadaan normal merupakan gangguan kemurungan (kesedihan, patah semangat) yang ditandai dengan perasaan tidak pas, menurunnya kegiatan, dan pesimisme menghadapi masa yang akan datang, (2) pada kasus patologis, merupakan ketidakmauan ekstrim untuk mereaksi terhadap rangsang disertai menurunnya nilai diri, delusi ketidakpuasan, tidak mampu, dan putus asa.



II. Klasifikasi depresi

Menurut DSM IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders fourth edition) Gangguan depresi terbagi dalam 3 kategori, yaitu:

1. Gangguan depresi berat (Mayor depressive disorder).

Didapatkan 5 atau lebih simptom depresi selama 2 minggu. Kriteria terebut adalah: suasana perasaan depresif hampir sepanjang hari yang diakui sendiri oleh subjek ataupun observasi orang lain (pada anak-anak dan remaja perilaku yang biasa muncul adalah mudah terpancing amarahnya), kehilangan interes atau perasaan senang yang sangat signifikan dalam menjalani sebagian besar aktivitas sehari-hari, berat badan turun secara siginifkan tanpa ada progran diet atau justru ada kenaikan berat badan yang drastis, insomnia atau hipersomnia berkelanjuta, agitasi atau retadasi psikomotorik, letih atau kehilangan energi, perasaan tak berharga atau perasaan bersalah yang eksesif, kemampuan berpikir atau konsentrasi yang menurun, pikiran-pikiran mengenai mati, bunuh diri, atau usaha bunuh diri yang muncul berulang kali, distres dan hendaya yang signifikan secara klinis, tidak berhubugan dengan belasungkawa karena kehilangan seseorang.

2. Gangguan distimik (Dysthymic disorder) adalah suatu bentuk depresi yang lebih kronis tanpa ada bukti suatu episode depresi berat (dahulu disebut depresi neurosis). Kriteria DSM-IV untuk gangguan distimik: perasaan depresi selama beberapa hari, paling sedikit selama 2 tahun (atau 1 tahun pada anak-anak dan remaja); selama depresi, paling tidak ada dua hal berikut yang hadir: tidak nafsu makan atau makan berlebihan, insomnia atau hipersomnia, lemah atau keletihan, self esteem rendah, daya konsentrasi rendah, atau sulit membuat keputusan, perasaan putus asa; selama 2 tahun atau lebih mengalami gangguan, orang itu tanpa gejala-gejala selama 2 bulan; tidak ada episode manik yang terjadi dan kriteria gangguan siklotimia tidak ditemukan; gejala-gejala ini tidak disebabkan oleh efek psikologis langsung darib kondisi obat atau medis; signifikansi klinis distress (hendaya) atau ketidaksempurnaan dalam fungsi.

3. Gangguan afektif bipolar atau siklotimik (Bipolar affective illness or cyclothymic disorder). Kriteria: kemunculan (atau memiliki riwayat pernah mengalami) sebuah sebuah episode depresi berat atau lebih; kemunculan (atau memiliki riwayat pernah mengalami) paling tidak satu episode hipomania; tidak ada riwayat episode manik penuh atau episode campuran; gejala-gejala suasana perasaan bukan karena skizofrenia atau menjadi gejala yang menutupi gangguan lain seprti skizofrenia; gejala-gejalanya tidak disebabkan oleh efek-efek fisiologis dari substansi tertentu atau kondisi medis secara umum; distres atau hendaya dalam fungsi yang signifikan secara klinis.

Sedangkan menurut Carlson, seperti yang dikutip oleh shafii, membagi depresi pada remaja menjadi tipe primer dan sekunder. Tipe primer : bila tidak ada gangguan psikiatrik sebelumnya, dan tipe sekunder : bila gangguan yang sekarang mempunyai hubungan dengan gangguan psikiatrik sebelumnya. Pada gangguan depresi yang sekunder biasanya lebih kacau, lebih agresif, mempunyai lebih banyak kelehan sometik, dan lebih sering terlihat mudah tersinggung, putus asa, mempunyai ide bunuh diri, problem tidur, penurunan prestasi sekolah, harga diri yang rendah , dan tidak patuh.



III.Etiologi

Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap etiologi depresi, khususnya pada anak dan remaja adalah:

1. Faktor genetik

Meskipun penyebab depresi secara pasti tidak dapat ditentukan, faktor genetik mempunyai peran terbesar. Gangguan alam perasaan cenderung terdapat dalam suatu keluarga tertentu. Bila suatu keluarga salah satu orangtuanya menderita depresi, maka anaknya berisiko dua kali lipat dan apabila kedua orangtuanya menderita depresi maka risiko untuk mendapat gangguan alam perasaan sebelum usia 18 tahun menjadi empat kali lipat. Pada kembar monozigot, 76% akan mengalami gangguan afektif sedangkan bila kembar dizigot hanya 19%. Bagaimana proses gen diwariskan, belum diketahui secara pasti. Bahwa kembar monozigot tidak 100% menunjukkan gangguan afektif, kemungkinan ada faktor non-genetik yang turut berperan.

2. Faktor Sosial

Dilaporkan bahwa orangtua dengan gangguan afektif cenderung akan selalu menganiaya atau menelantarkan anaknya dan tidak mengetahui bahwa anaknya menderita depresi sehingga tidak berusaha untuk mengobatinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status perkawinan orangtua, jumlah sanak saudara, status sosial keluarga, perpisahan orangtua, perceraian, fungsi perkawinan, atau struktur keluarga banyak berperan dalam terjadinya gangguan depresi pada anak. Ibu yang menderita depresi lebih besar pengaruhnya terhadap kemungkinan gangguan psikopatologi anak dibandingkan ayah yang mengalami depresi. Levitan et al (1998) dan Weiss et al (1999) melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat penganiayaan fisik atau seksual dengan depresi, tetapi mekanismenya belum diketahui secara pasti.Diyakini bahwa faktor non-genetik seperti fisik maupun lingkungan merupakan pencetus kemungkinan terjadinya depresi pada anak dengan riwayat genetik.

3. Faktor Biologis lainnya

Dua hipotesis yang menonjol mengenai mekanisme gangguan alam perasaan terfokus pada: terganggunya regulator sistem monoamin-neurotransmiter, termasuk norepinefrin dan serotonin (5-hidroxytriptamine). Hipotesis lain menyatakan bahwa depresi yang terjadi erat hubungannya dengan perubahan keseimbangan adrenergik-asetilkolin yang ditandai dengan meningkatnya kolinergik, sementara dopamin secara fungsional menurun.



IV. Epidemiologi

Kejadian gangguan depresi pada remaja bervariasi tergantung dari kelompok umur. Kejadian depresi makin meningkat dengan bertambahnya umur anak. Di Amerika didapatkan gejala depresi pada remaja umur 11-13 tahun (remaja awal) lebih ringan secara bermakna dibandingkan dengan gejala depresi pada umur 14 tahun-16 tahun (remaja menengah) dan umur 17-18 tahun (remaja akhir). Prevalensi gangguan depresi pada remaja dengan depresi berat 0,4-6,4%, gangguan distimik 1,6-8% dan gangguan bipolar 1%. Sekitar 40-70% komorbiditas dengan gangguan jiwa lain (penyimpangan perilaku, penyalahgunaan obat, penyimpangan seksual, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, anxietas, anoreksia nervosa, problem sekolah). 50% populasi memiliki 2 atau lebih dari dua gangguan jiwa lain. Rasio remaja perempuan dibandingkan laki-laki adalah 2:1.



V. Gejala Klinik

Gejala klinis depresi :

- Mood disforik ( Labil dan mudah tersinggung ) dan afek depresif. Gejolak mood pada remaja adalah normal, tapi pada kondisi depresi menjadi lebih nyata. Mood yang disforik dan sedih lebih sering tampak. Kecenderungan untuk marah-marah dan perubahan mood meningkat.

- Pubertas. Depresi kronis yang dialami sejak masa remaja awal, kemungkinan akan mengalami kelambatan pubertas, terutama pad depresi yang disertai dengan kehilangan berat badan dan anoreksia. Remaja yang mengalami depresi lebih sulit menerima atau memahami tanda-tanda pubertas yang muncul. Perubahan hormonal yang disertai stres lingkungan, dapat memicu timbulnya depresi yang dalam dan kemungkinan munculnya perilaku bunuh diri. Mimpi basah dan mimpi yang berhubungan dengan incest (hubungan seksual antar anggota keluarga), dapat menambah beban rasa bersalah pada remaja yang depresi. Periode menstruasi pada remaja wanita yang mengalami depresi, mungkin terlambat, tidak teratur, atau disertai dengan timbulnya rasa sakit yang hebat dan perasaan tidak nyaman, Mood yang disforik sering nampak pada periode pramenstrual, Remaja wanita yang mengalami depresi mungkin merasa murung (feeling blue), sedih (down in the dump), menangis tanpa sebab, menjadi sebal hati (sulky and pouty), mengurung diri di kamar, dan lebih banyak tidur.

- Perkembangan kognitif. Disorganisasi fungsi kognitif pada remaja yang bersifat sementara, menjadi lebih nyata pada kondisi depresi. Pada remaja awal yang mengalami depresi, terdapat keterlambatan perkembangan proses pikir abstrak yang biasanya muncul pada usia sekitar 12 tahun. Pada remaja yang lebih tua, kemampuan yang baru diperoleh ini akan menghilang atau menurun. Prestasi sekolah sering terpengaruh bila seorang remaja biasanya mendapat hasil baik di sekolah, tiba-tiba prestasinya menurun, depresi harus dipertimbangkan sebagai salah satu faktor penyebabnya. Membolos, menunda menyelesaikan tugas, perilaku yang mudah tersinggung didalam kelas, tidak peduli terhadap hasil yang dicapai dan masa depan, dapat merupakan gejala awal dari depresi pada remaja. - Harga diri . Pada remaja, kondisi depresi memperkuat perasaan rendah diri. Rasa putus asa dan rasa tidak ada yang menolong dirinya makin merendahkan hatga diri. Pada satu saat remaja yang depresi mencoba untuk melawan perasaan rendah dirinya dengan penyangkalan, fantasi, atau menghindari kenyataan realitas dengan menggunakan NAPZA.

- Perilaku antisosial. Membolos, mencuri, berkelahi, sering mengalami kecelakaan, yang terjadi terutama pada remaja yang sebelumnya mempunyai riwayat perilaku yang baik, mungkin merupakan indikasi adanya depresi.

- Penyalah gunaan NAPZA. Kebanyakan remaja yang depresi cenderung menyalahgunakan NAPZA, misalnya ganja, obat-obat yang meningkat mood ( amfetamin ), yang menurunkan mood ( barbiturat, tranquilizer, hipnotika ) dan alkohol. Akhir-akhir ini banyak digunakan heroin, kokain dan derivatnya serta halusinogen.

- Perilaku seksual. Secara umum remaja yang mengalami depresi tidak menunjukkan minat untuk kencan atau mengadakan interaksi heteroseksual. Namun ada juga remaja yang mengalami depresi menjadi berperilaku berlebihan dalam masalah seksual, atau menjalani pergaulan bebas, sebagai tindakan defensif untuk melawan depresinya, Beberapa remaja menginginkan kehamilan sebagai kompensasi terhadap objek yang hilang atau rasa rendah dirinya. Remaja yang mengalami depresi ada kemungkinan kawin muda untuk menghindari konflik dalam keluarga. Seringkali perkawinan ini malah memperkuat depresinya.

- Kesehatan fisik. Remaja yang mengalami depresi, tampak pucat, lelah dan tidak memancarkan kegembiraan dan kebugaran, Seringkali mereka mempunyai banyak keluhan fisik, seperti sakit kepala, sakit lambung, kurang nafsu makan, dan kehilangan berat badan tanpa adanya penyebab organik, Remaja yang mengalami depresi biasanya tidak mengekspresikan perasaannya secara verbal, namun lebih banyak keluhan fisik yang diutarakan , sehingga hal ini biasanya merupakan satu-satunya kondisi yang membawanya datang ke dokter. Sensitivitas dari sang dokter dalam menemukan mood yang disforik ataupun depresi akan dapat mencegah kemungkinan terjadinya bunuh diri pada remaja.

- Berat badan. Penurunan berat badan yang cepat dapat merupakan indikasi adanya depresi. Harga diri yang rendah dan kurangnya perhatian pada perawatan dirinya, atau makan yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas, merupakan tanda dari depresi.

- Perilaku bunuh diri. Remaja yang mengalami depresi mempunyai kerentanan tinggi terhadap bunuh diri. Penelitian di kentucky, Amerika Serikat, menyebutkan sekitar 30 % dari mahasiswa tingkat persiapan dan pelajar sekolah menengah atas pernah berpikir serius tentang percobaan bunuh diri dalam satu tahun terakhir saat diteliti , 19 % mempunyai rencana spesifik untuk melakukan bunuh diri , dan 11 % telah mencoba melakukan bunuh diri.



VI. Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis depresi pada anak maupun dewasa tidak sejelas seperti pada penyakit lain. Tidak ada tes khusus yang dapat membantu menentukan bahwa seseorang individu menderita depresi, dan sangat sedikit yang dapat ditentukan penyebabnya.3 Faktor neuroendokrin dapat mempengaruhi kejadian depresi, sehingga dapat dilakukan deksametason supression test (DST) berupa sekresi berlebihan kortisol, kadar hormon pertumbuhan menurun jika disuntik insulin-induced hypoglicemia, kadar tiroksin total lebih rendah, peningkatan sekresi kortisol pada malam hari.



VII. Diagnosis Banding

Depresi harus dibedakan dengan kesedihan yang normal dan gangguan psikiatris lainnya. Sebelum diagnosis psikiatris ditegakkan, kondisi organik yang mirip ataupun yang menimbulkan gejala-gejala psikiatris harus disingkirkan terlebih dahulu seperti gangguan organik, intoksikasi zat, ketergantungan dan abstinensi, distimia, siklotimia, gangguan kepribadian, berkabung, serta gangguan penyesuaian. Keadaan seperti ini sangat bervariasi, tergantung umur. Perlu dibedakan pula penyalahgunaan obat, gangguan cemas, dan fase awal skizofrenia. Juga perlu ditentukan apakah gangguan afektif yang timbul merupakan primer atau sekunder.



VIII. Terapi

Perawatan di rumah sakit perlu dipertimbangkan sesuai dengan indikasi, misalnya penderita cenderung mau bunuh diri, atau adanya penyalahgunaan atau ketergantungan obat. Pada umumnya, penderita berhasil ditangani dengan rawat jalan. Sekali diagnosis depresi berat ditegakkan, psikoterapi dan medikasi merupakan terapi yang harus diberikan. Namun, pengobatan selalu bersifat individual, tergantung pada hasil pertimbangan evaluasi dan keluarganya, termasuk kombinasi terapi individu, terapi keluarga, serta konsultasi dengan pihak sekolah. Pendekatan biopsikososial digunakan dalam mengobati remaja yang mengalami depresi. Pendekatan ini meliputi psikoterapi ( individual, keluarga , kelompok ), farmakoterapi, remedial / edukatif, dan pelatihan keterampilan sosial. Sebelum memulai suatu bentuk terapi, sebaiknya dipertimbangkan dengan hati -hati. Adanya obsesi untuk bunuh diri harus diobservasi dengan cermat dan sebaiknya pasien di rawat inap. faktor lain seperti kemampuan untuk berfungsi atau stabilitas keluarga merupakan faktor yang harus dipertimbangkan untuk merawat inapkan remaja ini.
Psikoterapi. Beberapa pendekatan psikoterapi yang dapat dilakukan adalah : psikoterapi perorangan (individual psychotherapy), terapi berorientasi kesadaran (insight-oriented therapy), terapi tingkah laku (behavioral therapy), model stres hidup (life stress model), psikoterapi kognitif (cognitive psychotherapy) ,lain-lain seperti terapi kelompok (group therapy), latihan orangtua (parent training), terapi keluarga (family training), pendidikan remedial (remedial education), dan penempatan di luar rumah (out of homeplacement).

2. Farmakoterapi . Saat ini, belum ada obat yang direkomendasikan oleh FDA. Pengobatan secara farmakoterapi masih kontroversial pada anak dan remaja . Farmakoterapi yang sering digunakan:

· Golongan antidepresi trisiklik: Amitriptilin, Imipramin, dan Desipramin. Berbeda dengan orang dewasa, pada anak tidak menunjukkan perbedaan yang berarti antara antidepresi golongan trisiklik dengan plasebo. Obat ini bersifat kardiotoksik dan cenderung berakibat fatal bila melampaui dosis.

· Golongan obat yang bekerja spesifik menghambat ambilan serotinin: fluoksetin dan sertralin. Obat ini memberikan harapan yang cerah dalam pengobatan depresi pada anak dan remaja. Merupakan obat pilihan pertama pada anak dan remaja karena dapat ditoleransi dengan baik dan efek yang merugikan lebih sedikit dibandingkan dengan antidepresi golongan trisiklik. Sayangnya, sedikit sekali penelitian tentang pengobatan rumatan (maintenance) pada anak dan remaja. Dibandingkan dengan usia dewasa, pada masa remaja cenderung berkembang untuk agitasi atau menjadi mania bila mereka mendapat SSRIs (Selective serotinine reuptake inhibitors). Obat ini juga dapat menurunkan libido.

· Litium karbonat .Obat ini telah digunakan untuk pengobatan anak dan remaja yang mengalami agresi, mania, depresi, dan masalah tingkah laku, tetapi lebih berguna pada kasus yang berisiko menjadi bipolar.

Beberapa contoh obat yang ada di Indonesia : imipramine 25 – 125 mg / hari, clomipramine 25 – 200 mg /hari, fluoxetine 10 – 80 mg / hari, fluoxamine 100 – 300 mg /hari, sertraline 50 – 200 mg / hari, moclobemide 150 – 300 mg / hari.



IX. Pencegahan

Untuk mencegah depresi dapat dilakukan dengan menggunakan keberadaan dan peran serta guru pembimbing di sekolah. Upaya-upaya pembentukan kelompok belajar, kegiatan ekstrakurikuler, pemilihan jurusan, pramuka dan semacamnya, kesemuanya itu merupakan bagian dari rangkaian upaya preventif. Layanan bimbingan dapat berfungsi preventif atau pencegahan. Kegiatan yang berfungsi pencegahan dapat berupa program orientasi, program bimbingan karir, inventarisasi data, dan sebagainya. Pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah menitik beratkan kepada bimbingan terhadap perkembangan pribadi melalui pendekatan perorangan dan kelompok siswa yang menghadapi masalah untuk mendapatkanbantuan khusus untuk mampu mengatasinya. Tugas guru pembimbing adalah (a) membantu murid untuk mengenal dirinya, kemampuannya dan mengenal orang lain, (b) membantu murid dalam proses yang menuju kematangannya, (c) membantu dan mendorong murid untuk pemilihan-pemilihan yang tepat sesuai dengan kemampuan dan interestnya, (d) memberikan kesadaran kepada murid-murid tentang pentingnya penggunaan waktu luangdan mengembangkan interest dalam hobi yang berguna, (e) membantu murid untuk mengerti metode belajar yang efisien agar dapat mencapai hasilnya dengan waktu yang lebih singkat.5 Selain itu, diperlukan pula peranan orang tua (keluarga) dengan menghabiskan waktu bersama sehingga dapat mempererat hubungan antara anggota keluarga, bersikap lebih terbuka dengan cara mendengarkan pendapat anak dan mau dikritik sehingga remaja merasa lebih dihargai.

Deteksi dini dengan menggunakan alat skrining (Child Behavior Checklist, Beck Depression Inventories , Child Depression Inventory) saat didapatpatkannya permasalahan disekolah baik prestasi atau permasalahan perilaku anak akan sangat membantu mengenali lebih dini remaja dengan depresi.



X. Penyulit

Penyulit yang dapat mempengaruhi depresi adalah penggunaan obat-obat terlarang dan psikotropika, keluarga dan lingkungan yang kurang kondusif.

XI. Prognosis

Prognosis depresi tergantung penyebab, bentuk klinis, pikiran bunuh diri, kepribadian pramorbid dan keluarga dengan gangguan jiwa serta umur saat terjadinya depresi. Apabila depresi berat tidak diobati dan terus berlangsung dalam kurun waktu 7-12 bulan akan berlanjut menjadi episode depresi berulang (recurrent) dengan gangguan sosial yang persisten antar dua episode. Usaha bunuh diri (suicide attempt) dan bunuh diri (suicide) merupakan komplikasi yang sering timbul. Semakin muda usia mulainya depresi, semakin jelek prognosisnya, tetapi erat hubungannya dengan faktor genetik. Remaja yang mengalami depresi berat cenderung untuk menderita depresi berat berulang dan gangguan bipolar. Kebanyakan yang sembuh dalam beberapa bulan, kembali relaps 1-2 tahun kemudian.



DAFTAR PUSTAKA



1. Depkes. Pedoman Kesehatan Jiwa Remaja (Pegangan Bagi Dokter Puskesmas).

Diambil dari : www.depkes.go.id/downloads/Pedoman%20Kes%20Jiwa%20Remaja.pdf

2. Ola’s Site. Depresi pada Remaja.

Diunduh dari: olapsyche.multiply.com/journal/item/21 - 134k

3. Abdul Mutholib Rambe. Depresi pada Anak. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran USU/ RSUPH Adam Malik Medan.

4. I Gusti Ayu Endah Ardjana. Depresi pada Remaja dalam Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta : Sagung Seto, 2004, hal 219-31

5. M. Fatchurahman dan Bulkani. Peran Guru Pembimbing dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika pada Siswa SMA Negeri dan Swasta Kota Palangkaraya. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

Diunduh dari : eprints.sunan-ampel.ac.id/1/1/3._FATCKHUROHMAN.pdf

6. Indri Kemala Nasution. Stres pada Remaja.

Diunduh dari : library.usu.ac.id/download/fk/132316815(1).pdf

Share:
BARU!!! ---> DISTRIBUTOR PULSA TERMURAH DAN TRANSAKSI TERPOPULER VIA SOSMED portalpulsa, Transaksi via App Android, Facebook, Telegram, LINE, GTalk, Hangouts, Twitter, Sms, Email, Jabber / XMPP, dan Member Area

TOPIK TERPOPULER

Wisata Kerbau Rawa Kalang Hadangan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

TAUTAN BERITA

HALAMAN FACEBOOK

pulsagram,